Apa
itu MUN?
"Sidang
simulasi PBB" -Maulida Ayu, 2015
Halloa,
guys. Berhubung saya denger pertanyaan, “kenapa ikut MUN? Guna nya apa?” kali
ini saya mau share sedikit buat pembaca. Sisihin waktu 5 menit cukup kok,
semoga gak bosan ya!
Sebelumnya, jangan
mengansumsikan kalau saya ini MUN-ers ya, atau tergila-gila MUN, sudah keliling
ikut MUN sana sini atau merasa passionate banget sama MUN. Oh bukan, sama
sekali bukan. Justru kalau mau dibilang, saya lebih suka kalau bisa ikut
konferensi Internasional, presentasi paper, atau lomba yang lebih diakui di kampus saya. Toh MUN itu kan
seperti ini:
- Bayarnya mahal. Berhari-hari pula.
- Awards nya cuma awards. Jarang dapet piala, disebutnya bukan juara 1,2,3, apalagi berharap uang pembinaan. Sulit dibilang kompetisi, karena penilaiannya ga disertai poin-poin berupa skor yang konkrit.
- Bukan berbentuk undangan. Daftar nya daftar sendiri, namanya sih delegates, tapi bukan delegasi resmi dari Universitas (kecuali univ tertentu ya).
Parahnya lagi, di
MUN itu delegasi banyak yang gak bisa ngomong, karena memang flow of conference
nya begitu, nah loh coba bayangin, udah bayar mahal (biasanya sekitar
40$-150$), capek berhari-hari, eh gakesempatan untuk bisa speech?! Alamak, jadi
untuk apa ikutan MUN??
Keliatan gak nyaman
kan? Iya, gak nyaman. Makanya itu kalian harus mencoba MUN!
Karena gak nyaman
nya ikut MUN mirip gak nyaman nya ketika adaptasi sama lingkungan baru, dunia
baru. Layaknya kita yang baru jadi MABA, atau lulus wisuda bahkan ketika baru
di dunia kerja. Iya ini perumpamaan aja kok, jangan resah dulu. Langsung cus
aja yuk liat gambaran MUN dari beberapa istilahnya!
- Rules of Procedure (RoP)
gacukup cuma dengan membaca text. gacukup dengan menghapal teori. gacukup dengan mengenal alur masalah.Buktinya dengan baca RoP, kamu belum paham sempurna tuh MUN itu gimana. Membaca memang penting, tapi MUN akan mengajarkan kamu untuk learning by doing. Oh, dewasa sekali!
- Study Guide
Adalah
penjelasan dari masalah internasional yang akan kita bahas di sidang. Disini
kamu juga akan menemukan beberapa pertanyaan terkait pencarian solusi dari
masalah tersebut. Saat membaca study guide, kita akan mengerti bahwa dunia
sekitar yang terlihat aman, ternyata di luar sana terlalu banyak penderitaan
dan kesengsaraan. Selagi anak kos meringis makan mie dan mengisi shampoo dengan
air, atau aktivis dan pelajar yang sudah merasa pintar, Study Guide akan
mengajarkanmu arti kesusahan yang mendekati dunia sebenarnya (mulai dari melihat
bahasa dunia (formal english) yang terlalu formal, referensi yang valid, dan kronologis yang
ngejelimet) bahwa hidup ini gak sesederhana hidup yang makan tidur atau ujian tidur dan tamparan kalau kita belum ada apa-apanya!
- Moderated Caucus dan Unmoderated Caucus
Nah!
Dua istilah ini ditemui ketika kita sudah masuk ke simulasi sidang!
Moderated
Caucus itu jalannya sidang dimana kita akan menjalankan sidang bak rapat resmi.
Alurnya, kita akan memberikan motion (mosi) yang berisi kurang lebih adalah ‘judul’
yang mau dibahas bareng terkait masalah Internasional tsb. (Misal simpel:
Masalah Internasionalnya tentang pelanggaran HAM, nah kita bisa ngajuin motion 'All
states respond regarding limit of freedom expression'.
Disini, motion yang
kamu ajukan akan di voting, dimana saatnya kamu akan mengerti, bahwa sesuatu
yang kamu anggap penting, belum tentu dianggap penting oleh orang lain (hiks).
Kenapa? Karena motion kamu bisa ditolak (hiks), bisa diabaikan tanpa alasan
(hiks). Tapi dalam MUN, yang berhari-hari, kita akan tahu kalau selama berusaha
pasti ada hasilnya. Motion ini akan berlanjut terus-menerus, dari 20 motion
yang kita ajuin, siapa tahu ada 1-2 yang lolos? Hard work man, nyerah artinya
cemen!
Lalu,
setelah ada motion yang lolos (belum tentu punya kamu, bisa motion orang lain),
saatnya speech. Utarakan apa yang kita anggap benar, apa yang kita anggap
sebagai solusi dunia. Disini, kita akan paham rasanya speech di depan
orang-orang yang mempunyai ide lain terhadap permasalahan yang sama dan jangan lupa, kita membawa nama
negara, jadi harus nyelipin
kepentingan negara. Tekanannya,
bebannya, auranya, komplit untuk melatih mental! Takut? Ah enggak kok biasa,
ini gak jauh beda ketika kita berusaha menjelaskan pendapat kita ke guru/dosen
yang menatap penuh kecurigaan kalau-kalau ada celah untuk diserang. Itung-itung
latihan gimana caranya berbicara yang baik dengan meyakinkan tapi tetap sopan
(dibaliknya ada self-interest kan, dapet A misalnya hihi)
Selanjutnya
unmoderated caucus, disini kita punya waktu untuk bicara langsung seperti
diskusi informal. Mencar-mencar dengan gesit. Sesuai waktu yang diajukan, kita
bisa mulai mencari aliansi (teman gengs) untuk dihasut setuju dengan ide-ide kita. Eits, disinilah saatnya kita
belajar bak entrepreneur, bernegosiasi dan membujuk sana-sini. Nyoba MUN itu
ibarat latihan jadi sales juga. Harus paham produknya apa(masalah), yang dijual
apa(solusi), sampe kelebihan dari perusahaan tsb(power negara). Dan kehebatan
kita untuk mempromosikan itulah yang kita latih bak pengacara membela terdakwa,
MUN bisa ajang latihan untuk mempertahankan argumen, bisa juga mengenal dunia
psikologi dengan memahami kebutuhan tangible dan intangible negara lain!
![]() |
| Ini bukan lagi MUN. tapi candid karena suka suasana lagi unmod caucus. |
Intinya sih,
dengan mencoba MUN kita akan merasa gak nyaman. Ketemu dengan orang-orang
berpakaian super formal, kemampuan bicara bahasa menyilaukan, sampai memilih
apakah kita akan mengadili diri kita saja, atau meng-adil-kan diri kita dengan
mecoba hal baru, dan menciptakan kesempatan untuk bisa mengambil keputusan,
dengan mencoba MUN!
Karena:
Bayarnya mahal. Berhari-hari pula.// kita bisa mengajukan proposal untuk dapet sponsor, biaya yang dikeluarkan bisa diminimalisir, bahkan gratis! kebayang kan seberapa banyak teman baru yang kita temui dengan berhari-hari itu?
Awards nya cuma awards. Jarang dapet piala, disebutnya bukan juara 1,2,3, apalagi berharap uang pembinaan. Sulit dibilang kompetisi, karena penilaiannya ga disertai poin-poin berupa skor yang konkrit.// semisal gak dapet awards, pelajaran-pelajaran di MUN udah mewakili kita praktek listening, speaking, writing. Wah MUN berasa les juga kan ya!
Bukan berbentuk undangan. Daftar nya daftar sendiri, namanya sih delegates, tapi bukan delegasi resmi dari Universitas (kecuali univ tertentu ya).// kita tetep akan mendaftar sebagai perwakilan institusi, kalau memang mau jadi delegasi bisa bawa proposal ke kampus dan ketika di acc bisa dikasih funds juga! hehe
j![]() | |
| Teman baru sih ibarat menu wajib di MUN |
This!
Gak ada salahnya sedikit mahal, gak ada salahnya gak dapet piala atau uang, gak ada salahnya kalau awards belum diakui lingkungan, bukannya hidup ini untuk mencari kemampuan?
Gak ada salahnya mencoba
hal yang gak populer, gak ada salahnya kalau belum lancar berbahasa, bukannya
hidup itu digunakan untuk latihan?
Gak ada salahnya untuk
menulis tentang MUN, meski yang nulis belum diplomat, meski yang nantinya
tertarik bukan anak HI, bukannya manusia fitrahnya mengajak kebaikan? Bukannya
manusia memang boleh mencoba bidang apapun?
Ayo sama-sama coba
MUN. Sekali lagi, saya toh bukan menggilai MUN. Saya cuma menyarankan ayo coba
MUN, satu kali sajapun cukup. Meski tak ingin lagi nantinya, meski akhirnya
bosan juga, bukannya kenangan MUN akan jadi cukup berharga?
Sampai jumpa!


