Teruntuk kalian, mahasiswa/i yang sedang merasa gundah dan galau, dengan alasan
yang sebenarnya kalian gak tau kenapa,
dan mulai bingung sebenarnya hidup untuk apa,
apalagi seakan berpikir kok kegiatan gini-gini
aja.
Nah, berikut ini hal-hal yang bisa dilakukan dalam proses menyelesaikan skripsi! (Wkwk)
A) Tentukan apa yang kalian sukai. Misalnya:
C) Baca, Bertanya, Bercerita
Percayalah, skripsi itu membutuhkan saran. Gue tau otak lo sekarang semerawut. Saking pusing dan lelahnya, lo bahkan gatau lagi harus perbaikin yang mana dulu. Bahkan, gatau lagi harus diapain masalah itu. Oleh karena itu, jangan pernah ragu untuk bertanya!
Kali ini gue akan sharing saat
gue ada di posisi itu. Ya, Semester 8.
Gue tau kalian sedang berjuang untuk mempersiapkan kelulusan. Karena
Semester 8 adalah saat dimana kalian sudah
akan bisa lulus kalau kalian bisa lulus.
Permasalahannya, skripsi kalian sudah
sampai mana.
A) Tentukan apa yang kalian sukai. Misalnya:
Lo bisa mulai dari Kawasan. Ada banyak lho, ada Kawasan
Timur Tengah, Kawasan Asia Timur, Kawasan Asia Tenggara, Kawasan Amerika,
Kawasan Eropa, dan sebagainya. Nah, ketika sudah menemukan Kawasan mana yang
disukai, bisa lanjut dengan menentukan topik apa saja yang ada di Kawasan
tersebut. Dengan memilah Kawasan begini, lo bisa lebih mudah saat melakukan
searching, misalnya:
Issues in East Asia
Middle East Politics
Foreign Policy in America
Nah darisitu akan muncul sangat banyak tulisan yang
mengacu terkait apa saja yang sedang terjadi di Kawasan tersebut, apa yang
sedang berkecamuk, apa yang biasanya diperdebatkan, dan isu-isu yang
pernah/sedang terjadi. Umumnya, pencarian akan mengerucut menjadi suatu
hal yang lebih khusus, seperti berita (news), kebijakan, sikap/tindakan
pemerintah bahkan kasus.
Atau
Lo juga bisa memulai dari Negara. Contoh konkrit, gue
suka Jepang. Jadi langkah pertama yang gue lakukan adalah membuka website resmi
pemerintahan Jepang, seperti www.mofa.go.jp atau www.id.emb-japan.go.jp. Nah disitu kan ada banyak yang bisa dibaca, dan
tentunya lo bisa pilih kira-kira isu apa yang sedang berjalan dan dibahas
oleh pemerintah Jepang. Tapi ingat, lo tidak bisa menemukan pertanyaan
penelitian disini, lo cuma akan sampai kepada “mencari topik” atau “menemukan
isu”.
Do:
Pertanyaannya, kenapa gue
bilang harus cari sesuatu yang lo suka? Jawabannya, karena skripsi itu
prosesnya panjang. Akan tiba saat dimana lo sangat malas untuk melanjutkan,
bahkan sekedar menyentuh sumber yang sudah lo download. Parahnya lagi, lo akan mulai jenuh melihat tulisan yang pembahasannya itu-itu aja. Apalagi, kalau lo menemukan pembahasan yang sangat sulit dimengerti. Kehilangan arah,
kehilangan semangat.
B)
Kerjakan secara rutin! Even it’s only one paragraph in one day
Konsistensi ini emang sulit, dude.
Apalagi ketika di tengah jalan lo “kehilangan” semangat.
Entah kehilangan semangat karena revisi nya kebanyakan, atau signifikansinya
enggak tuntas-tuntas. Gak jarang juga, sumber dan referensi tiba-tiba mandek
dan gak dapet-dapet yang bagus dan sesuai.
Trust
me, sulit banget memang
mempertahankan mood saat kalian sudah merasa hancur lebur. Apalagi, seakan-akan
usaha lo sia-sia aja. Ditambah lagi, dosen pembimbing yang entah kemana!
Cukup sudah. Gue tau di tahap ini lo akan memilih untuk
tidur atau cari kegiatan lain. BUT Inget
nih mba/mas, melarikan diri dari masalah
tak akan pernah menyelesaikan masalah.
“Karena kamu mungkin bisa menunda skripsi, tapi masalah
skripsimu tak akan berhenti kalau kamu cuma sibuk bermimpi skripsi itu akan
selesai sendiri.”
Percayalah, skripsi itu membutuhkan saran. Gue tau otak lo sekarang semerawut. Saking pusing dan lelahnya, lo bahkan gatau lagi harus perbaikin yang mana dulu. Bahkan, gatau lagi harus diapain masalah itu. Oleh karena itu, jangan pernah ragu untuk bertanya!
Tempat bertanya:
1)
Dosen
Pembimbing.
Kalau dospem sedang
tak available, boleh cari dosen lain. Dosen yang seperti apa? Yang paham betul
kasusmu, kenal kamu, dan bisa kamu temui secepatnya. Jadi, tidak ada lagi alasan pembenaran kemalasan dengan berkata, “Ah, dosen pembimbing sedang tidak
ada, jadi skripsiku tidak bisa ada prosesnya. Biar aku (tidur) saja.”
2)
Teman.
Tanyakan pada teman. Karena ilmu pengetahuan setiap orang itu berbeda-beda, jadi tidak ada salahnya bertanya kepada teman. Gunakan metode sharing. Jangan lupa untuk tetap open-minded, tapi ingat, jawaban yang lo dapat harus ada dasarnya. Jangan mudah percaya, tapi jangan keras kepala juga.
Tanyakan pada teman. Karena ilmu pengetahuan setiap orang itu berbeda-beda, jadi tidak ada salahnya bertanya kepada teman. Gunakan metode sharing. Jangan lupa untuk tetap open-minded, tapi ingat, jawaban yang lo dapat harus ada dasarnya. Jangan mudah percaya, tapi jangan keras kepala juga.
3)
Ahli/Narasumber
Sesungguhnya,
mba/mas yang budiman. Sudah ada internet, dimana lo bisa googling nama-nama
yang bisa dihubungi via email/ bertemu langsung untuk ditanyai permasalahan
skripsi tsb. Ingat, tidak usah tunggu
bab 4 untuk bertanya kepada ahli/narasumber. Karena bertanya pada
narasumber, bukan hanya diperuntukan dalam sesi wawancara saja, tapi bisa untuk
memperkaya informasi skripsi.
Disini gue belum bisa bahas cara menentukan apakah penelitian tersebut signifikan atau tidak karena pembahasannya akan sangat panjang. Anyway, silakan hubungi gue di @maulidaayuSP (LINE/IG) jika lo merasa butuh wejangan :') ketahuilah, kita semua pernah ada di tahap yang melelahkan ini, ketika mau mundur gak bisa, mau maju gatau caranya :')
KEEP FIGHTING! Allah bersama hambaNya yang teraniaya, namun senantiasa berdoa dan berusaha.
